Jumat, 21 Desember 2012

SURAT CINTA YANG BETEPUK SEBELAH

kepada kamu :
Dengan penuh kebencian
Aku benci jatuh cinta
Aku benci merasa senang
bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan
menebak-nebak
selalu menebak-nebak
Aku benci deg-degan
menunggu kamu online .
Dan di saat kamu muncul,
aku akan tiduran tengkurap,
bantal di bawah dagu,
lalu berpikir,
tersenyum, dan berusaha
mencari kalimat-kalimat lucu
agar kamu,
di seberang sana,
bisa tertawa.
Karena, kata orang,
cara mudah membuat orang
suka denganmu adalah
dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS
kamu nongol di inbox-ku dan
aku benci kenapa aku harus
memakan waktu begitu lama
untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.
Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku
ucapkan,
katakan,
kirimkan,
tuliskan ke kamu menjadi
penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan
kamu.
Aku benci harus berada dalam
posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawar,
ya?
Aku benci harus
menerjemahkan isyarat-isyarat
kamu itu.
Apakah pertanyaan kamu itu
sekadar pancingan atau
retorika atau pertanyaan biasa
yang aku salah artikan dengan
penuh percaya diri?
Apakah ketika kamu tersenyum dn menggodaku dulu
hanya gesture biasa,
atau ada maksud lain,
atau aku yang-sekali lagi-salah
mengartikan dengan penuh
percaya diri?
Aku benci harus memikirkan
kamu sebelum tidur dan
merasakan sesuatu yang
bergerak dari dalam dada,
menjalar ke sekujur tubuh,
dan aku merasa pasrah,
gelisah.
Aku benci untuk berpikir aku
bisa begini terus semalaman,
tanpa harus tidur.
Cukup begini saja.
aku benci ketika harus merasa takud kehilangan bekasan tangan yang telah menyentuh kulit halusmu.
Oh, aku benci kenapa ketika
bersentuhan,
aku tidak bernapas,
aku merasa canggung,
aku ingin berlari jauh.
Aku benci aku harus sadar atas
semua kecanggungan itu…,
tapi tidak bisa melakukan apa-
apa.

Aku benci ketika logika aku
bersuara dan mengingatkan,
Hey! Ini hanya ketertarikan fisik
semata, pada akhirnya kamu
akan tahu, kalian berdua tidak
punya anything in common,
harus dimentahkan oleh hati
yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.
Aku benci harus mencari-cari
kesalahan kecil yang ada di
dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara
desperate aku cari dengan
paksa karena aku benci untuk
tahu bahwa kamu bisa saja
sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela, dan
aku,
bisa saja benar-benar jatuh
hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama
kepada kamu.
Demi Tuhan, aku benci jatuh
cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan
menggebu-gebu ini;
di balik semua rasa kangen,
takut, canggung, yang
bergumul di dalam dan
meletup pelan-pelan
aku takut sendirian. .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan silakan,,,, !!! saya buatkan minuman dulu